Notifikasi

Tahukah Anda, Antibiotika Bisa Memicu Alergi

Antibiotika Bisa Memicu Alergi. Golongan Antibiotika sejenis penisilin, biasanya menimbulkan alergi. Itu karenanya, para dokter lebih berani memberikan penisilin di saat pasien berada di rumah sakit yang memiliki alat untuk kondisi gawat darurat.
Antibiotika Bisa Memicu Alergi - Selain mendatangkan efek samping, ada sebagian orang yang mengalami reaksi alergi sesudah mengonsumsi antibiotika. Misalkan, sebelumnya seseorang sudah tahu alergi akan golongan antibiotika tertentu, sudah pasti tentunya ia tidak akan diberikan antibiotika tersebut.

Reaksi alergi yang dimunculkan bisa bermacam-macam. Yang paling sering di alami ialah gatal-gatal pada kulit atau urtikaria. Dan yang berbahaya, jika terjadi edema atau bengkak pada tenggorokan sehingga membuat seseorang terasa seperti  tercekik.
Tahukah Anda, Antibiotika Bisa Memicu Alergi
Reaksi lain, ada yang mengatakan seperti gejala asma seperti sesak napas. Reaksi serius lainnya ialah sindrom Steven Johnson, yang dimana akan membuat seluruh permukaan kulit pada pasien meradang. Dan bahkan, kemudian muncul vesikel seperti cacar air di sekujur tubuh.

Jika kondisi ini terjadi, pasien di haruskan untuk segera dirawat karena kondisinya telah darurat. Namun, yang paling ekstrem ialah timbul syok anafilaktik yang berujung pada kematian.

Golongan Antibiotika sejenis penisilin, biasanya menimbulkan alergi. Itu karenanya, para dokter lebih berani memberikan penisilin di saat pasien berada di rumah sakit yang memiliki alat untuk kondisi gawat darurat.

Mengingat kemungkinan dari efek samping tersebut, termasuk reaksi alergi ataupun bahaya resisten. Berikut beberapa saran sebelum mengonsumsi antibiotika yang perlu di perhatikan:
1. Konsumsi antibiotika sesuai dengan yang diresepkan oleh dokter, baik untuk dosis maupun lamanya.
2. Sertakan juga informasi kepada dokter apabila Anda memiliki riwayat alergi terhadap antibiotika. 
3. Jangan berinisiatif menggunakan antibiotika atas kehendak sendiri karena penyakit yang diderita saat ini belum tentu juga sama dengan penyakit sebelumnya. 
4. Jangan memberikan antibiotika kepada anggota keluarga lain meskipun kasusnya hampir sama. Antibiotika tersebut belum tentu cocok bagi mereka. Apalagi kalau kemudian anggota keluarga tersebut memiliki alergi yang bisa membahayakan jiwa mereka. 
5. Tidak meminta antibiotika kepada dokter. Ingat, antibiotika digunakan untuk infeksi bakteri dan bukan infeksi virus. Jadi, kalau sakit flu yang disebabkan oleh virus, tidak perlu antibiotika. 
6. Ubah pola berpikir bahwa penyakit apa pun bila tidak diberi antibiotika tidak bakal sembuh. Yang benar adalah, antibiotika digunakan sesuai dengan bakteri yang menginfeksinya. 
Demikianlah beberapa penjelasan mengenai obat Antibiotika yang bisa memicu alergi dan beberapa saran yang bisa menjadi acuan Anda di saat sebelum mengosumsi antibiotika.
Kesehatan